Thailand Tegaskan akan Balas Serangan Jika Tentara Kamboja Langgar Wilayah

Bangkok (Riaunews.com) – Panglima Angkatan Darat Thailand, Letjen Boonsin Padklang, pada Senin (25/8/2025) menegaskan pasukannya berhak melakukan pembalasan langsung jika tentara Kamboja melanggar kedaulatan wilayah Thailand. Sikap tegas ini muncul setelah laporan intelijen menyebut adanya pasukan Kamboja dari unit Markas Besar Pengawal Presiden Senat Hun Sen yang terlihat di dekat perbatasan.

Komando Wilayah Angkatan Darat ke-2 Thailand sebelumnya menuduh tentara Kamboja menyeberang secara ilegal ke Provinsi Surin pada Sabtu (23/8/2025). Mereka dituding menanam ranjau darat anti-personel PMN-2, yang dianggap melanggar perjanjian internasional dan kesepakatan gencatan senjata bilateral.

Boonsin menyatakan isu perbatasan akan menjadi agenda utama dalam pertemuan Komite Perbatasan Regional (RBC) di Chong Sa-ngam, Si Sa Ket, pada Rabu mendatang. Thailand berencana mengusulkan kerja sama pembersihan ranjau, pemberantasan penipuan lintas-perbatasan, serta pembentukan kelompok koordinasi keamanan. Namun, ia mengakui pihak Kamboja belum tentu menerima syarat pembersihan ranjau di seluruh wilayah perbatasan.

Terkait pagar kawat berduri yang dipasang di wilayah sengketa, Boonsin menolak permintaan Kamboja untuk menghapusnya dengan alasan pagar itu berada di wilayah sah Thailand. Ia menegaskan respons militer bergantung pada sikap pemerintah Kamboja, termasuk dalam pertemuan Komite Perbatasan Umum (GBC) bulan depan. “Jika ada pelanggaran, pasukan kami siap merespons langsung,” tegasnya.

Komentar