Kuala Lumpur (Riaunews.com) – Para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN menyepakati rencana untuk menerima Timor Leste sebagai anggota ke-11 dalam organisasi kawasan tersebut. Keputusan ini dicapai dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting/AMM) ke-58 yang digelar di Kuala Lumpur, Rabu (9/7).
Timor Leste telah mengajukan permohonan keanggotaan sejak 2011 dan secara prinsip telah disetujui pada Mei lalu. Aksesi resmi negara tersebut dijadwalkan akan berlangsung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 pada Oktober 2025, sebagaimana dilaporkan The Straits Times.
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, dalam kesempatan tersebut menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap proses pembangunan dan integrasi Timor Leste ke dalam ASEAN. Bentuk dukungan itu diwujudkan melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Salah satu inisiatif utama adalah Singapore-Timor-Leste ASEAN Readiness Support (STARS) yang diluncurkan pada 2022. Program ini merupakan bagian dari Singapore Cooperation Programme yang telah melatih sekitar 800 pejabat Timor Leste dalam berbagai bidang terkait kesiapan sebagai anggota ASEAN.
Selain membahas keanggotaan Timor Leste, pertemuan AMM ke-58 juga menyoroti isu strategis kawasan, terutama terkait integrasi ekonomi. Para menteri luar negeri membahas langkah-langkah memperkuat rantai pasok regional, memaksimalkan potensi ekonomi digital, serta mendorong transisi menuju ekonomi hijau di Asia Tenggara.
Pertemuan ini menandai langkah signifikan dalam memperluas cakupan keanggotaan ASEAN dan memperkuat kerja sama kawasan dalam menghadapi tantangan global serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.







Komentar