Pekanbaru (Riaunews.com) – Hubungan antara Lewis Hamilton dan race engineer Ferrari, Riccardo Adami, kembali menjadi sorotan di tengah performa kurang konsisten sang juara dunia tujuh kali sepanjang musim Formula 1 2025. Meski Hamilton menepis isu keretakan, sejumlah pengamat menilai kolaborasi keduanya belum menemukan ritme yang ideal.
Mantan pembalap F1 Robert Doornbos menilai koordinasi di antara keduanya tidak berjalan maksimal. “Saya rasa ini karena tidak ada chemistry antara insinyur dan pembalap,” ujarnya dalam siniar The Pit Talk. “Komunikasi antara Lewis dan Ricky (Adami) tidak terlihat seperti mereka benar-benar cocok satu sama lain.”
Doornbos menyoroti insiden Grand Prix Meksiko sebagai contoh nyata kurangnya keselarasan strategi. Dalam balapan tersebut, Hamilton mendapat penalti sepuluh detik karena memotong lintasan dalam duel. Para pengamat menilai Ferrari seharusnya bisa mengantisipasi situasi itu dengan instruksi yang lebih cepat. “Ricky memberi tahu bahwa kita mendapat penalti sepuluh detik, dan Lewis menjawab bahwa sulit untuk tetap di lintasan. Itu menunjukkan ketidaksinkronan antara keduanya,” jelas Doornbos.
Ia menegaskan bahwa koneksi antara pembalap dan race engineer merupakan elemen kunci untuk meraih kemenangan dan gelar juara. “Kalau Anda ingin memperjuangkan kemenangan dan podium, Anda harus memaksimalkan setiap kesempatan. Itu hanya bisa terjadi kalau hubungan pembalap dan insinyurnya kuat,” tegasnya.
Sejauh ini, Hamilton memang belum meraih podium dalam balapan utama bersama Ferrari, meskipun sempat menang di balapan sprint Grand Prix Cina. Dengan empat seri tersisa, pembalap asal Inggris itu kini berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan 146 poin, tertinggal dari rekan setimnya Charles Leclerc yang menempati posisi kelima dengan 210 poin.







Komentar