Mahasiswa dan Sopir Truk Desak Kadishub Bengkalis Mundur, Protes Layanan Roro Semrawut

Bengkalis, Utama366 Dilihat

Bengkalis (Riaunews.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bengkalis bersama sejumlah sopir truk menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis, Jumat (17/10/2025). Massa menuntut Kepala Dishub Bengkalis, Adi Pranoto, mundur dari jabatannya karena dinilai gagal memperbaiki pelayanan di penyeberangan Roro Bengkalis–Pakning.

Aksi dimulai dari Pelabuhan Roro Sungai Air Putih, kemudian bergerak menuju Kantor Dishub di Jalan Pramuka. Massa membawa beberapa truk bermuatan buah sawit dan sayuran dari arah Pakning sebagai simbol penderitaan petani dan sopir akibat buruknya manajemen penyeberangan.

“Kami sudah bosan dengan janji Kadishub! Sampai sekarang Roro tetap semrawut, petani rugi, sopir terkatung-katung!” teriak salah satu orator dari atas truk di tengah kawalan aparat kepolisian. Mahasiswa menyebut Adi Pranoto pernah berjanji pada 3 September 2025 bahwa ia akan mundur jika masalah Roro belum terselesaikan hingga 30 September 2025. Namun, hingga pertengahan Oktober, kondisi justru dinilai semakin memburuk.

“Janji tinggal janji. Tidak ada perubahan nyata di lapangan, malah makin semrawut,” kata salah satu peserta aksi.

Sementara itu, staf Dishub Bengkalis menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga kapal yang beroperasi di lintasan Bengkalis–Pakning, yakni KMP Mutiara Pertiwi, KMP Swarna Darma, dan KMP Swarna Putri. Kapal terakhir baru kembali beroperasi setelah munculnya gelombang protes warga di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, aksi di Kantor Dishub Bengkalis masih berlangsung kondusif namun tegang. Massa menolak berdialog dengan perwakilan Dishub dan tetap bersikeras menuntut Adi Pranoto mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis.

Komentar