Menbud Upayakan Pemulangan Artefak Bersejarah Indonesia dari Jerman

Budaya, Nasional362 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa pemerintah tengah berupaya melakukan repatriasi artefak bersejarah dari Jerman ke Indonesia. Langkah ini menjadi kelanjutan dari keberhasilan pemulangan fosil “Manusia Jawa” dari Belanda beberapa waktu lalu.

“Tadi siang kami bertemu dengan Profesor Ulrich Kozok, ahli manuskrip asal Jerman,” kata Fadli saat menghadiri acara Penerimaan Hibah Kopiah Hitam Bung Hatta di Museum Penyusunan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).

Menurut Fadli, pemerintah telah membentuk tim repatriasi yang terdiri dari para ahli cagar budaya untuk menindaklanjuti komitmen pengembalian benda-benda bersejarah tersebut. “Proses repatriasi sudah berlangsung, terakhir kami mengembalikan koleksi Dubois ke Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa repatriasi benda bersejarah merupakan program prioritas nasional, karena artefak tersebut adalah bagian penting dari identitas bangsa yang harus dilestarikan. Selain itu, Fadli juga menyoroti pentingnya pendataan dan konservasi koleksi museum di seluruh Indonesia agar pengelolaan warisan budaya lebih tertata.

“Ke depan, kami ingin museum daerah bisa melakukan konservasi dan mendata koleksinya, termasuk naskah-naskah dan manuskrip penting,” tambah Fadli.

Sementara itu, Ulrich Kozok menyambut positif upaya pemerintah Indonesia dalam mengembalikan artefak dari luar negeri. Ia bahkan siap membantu proses tersebut dengan berkoordinasi langsung dengan pihak museum di Eropa. “Saya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak museum yang bersedia mengembalikan koleksi. Saya siap membantu,” ujarnya.

Kozok berharap upaya repatriasi ini dapat memperkuat kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Jerman, sekaligus menegaskan kedaulatan bangsa atas warisan sejarahnya.

Komentar