Pekanbaru (Riaunews.com) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau berhasil mengungkap serangkaian aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat, mulai dari pembobolan minimarket, penculikan, hingga penjambretan. Sejumlah pelaku berhasil diamankan dalam operasi yang digelar sejak awal Oktober.
Kasubdit Jatanras AKBP Rooy Noor menjelaskan, dua pelaku utama pembobol minimarket berinisial AA dan RS berhasil ditangkap, sementara tiga lainnya, yakni ES, RA, dan LN, masih dalam pengejaran. “Sindikat ini sudah beraksi sejak April hingga Agustus 2025 di 25 lokasi berbeda di Riau, termasuk 16 Indomaret, 6 Alfamart, 2 pangkalan LPG, dan 1 bengkel motor,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (14/10/2025).
Para pelaku disebut beraksi pada dini hari dengan menggunakan linggis dan alat potong besi, lalu membawa kabur barang curian menggunakan mobil Expander dan Rush. Hasil curian dijual kepada penadah berinisial ES untuk kebutuhan pribadi. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.
Selain kasus pencurian, polisi juga mengungkap kasus penculikan terhadap Eduard Buulolo di Rest Area KM 64 Tol Dumai–Pekanbaru pada 16 September 2025. Tiga pelaku, yakni SB, MT, dan AHL, sudah ditangkap, sementara dua lainnya, J dan SL, masih buron. “Motifnya sakit hati karena korban belum menyetorkan hasil penjualan rokok ilegal senilai Rp560 juta,” jelas Rooy. Para pelaku dijerat Pasal 328 dan Pasal 333 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Tak hanya itu, Ditreskrimum juga menangkap pelaku penjambretan di Jalan Teropong, Pekanbaru, yang terjadi pada 16 Juli 2025. Tersangka berinisial JAS berhasil diamankan, sementara rekannya D masih dalam pengejaran. Barang hasil rampasan berupa emas dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli jam tangan senilai Rp1,4 juta. Pelaku dijerat Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan serta Pasal 55 KUHP karena turut serta melakukan kejahatan.
AKBP Rooy Noor menegaskan, pihaknya akan terus memburu para pelaku yang masih kabur. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.







Komentar