Pekanbaru (Riaunews.com) – Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, menyatakan bahwa pengakuan negaranya oleh sejumlah negara pekan ini merupakan langkah irreversibel yang menjaga solusi dua negara dan membawa rakyat Palestina lebih dekat pada kemerdekaan serta kedaulatan di Timur Tengah.
“Sekaranglah waktunya. Besok adalah tanggal bersejarah yang harus kita bangun. Ini bukan akhir,” kata Shahin, dikutip Senin (22/9). “Ia adalah langkah yang membawa kita lebih dekat pada kedaulatan dan kemerdekaan. Mungkin tidak akan mengakhiri perang besok, tetapi ini adalah kemajuan yang harus kita perkuat,” tambahnya.
Shahin menegaskan pihaknya meragukan itikad baik Israel yang dinilai tidak berniat bernegosiasi, terlihat dari pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurutnya, pengakuan Palestina oleh negara lain bukanlah simbolis, melainkan langkah praktis dan tak dapat dibalik jika dunia ingin menjaga solusi dua negara.
Ia juga mendesak agar tekanan internasional terhadap Israel tidak hanya bersifat politik, tetapi juga mencakup langkah-langkah ekonomi demi meminta pertanggungjawaban dan melindungi rakyat Palestina.
“Hari ini, Gaza terbakar. Hari ini, Gaza hancur. Hari ini, di Gaza, orang-orang dibunuh secara sistematis,” tegas Shahin.
Diketahui, Inggris, Kanada, dan Australia secara resmi mengakui Palestina sebagai negara pekan ini. Langkah tersebut ditujukan untuk menghidupkan kembali momentum menuju solusi dua negara, meski menuai kritik dari Israel dan Amerika Serikat.







Komentar