AS Gunakan Hak Veto, Gagalkan Resolusi Gencatan Senjata Gaza di DK PBB

Internasional419 Dilihat

New York (Riaunews.com) – Amerika Serikat kembali menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan rancangan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza. Keputusan ini menuai kekecewaan internasional karena dianggap mempertegas dukungan Washington terhadap Israel.

Pemungutan suara pada Kamis (18/9/2025) waktu setempat menunjukkan isolasi AS di forum internasional. Sebanyak 14 anggota DK PBB lainnya mendukung rancangan resolusi yang disusun oleh 10 negara anggota tidak tetap. Namun, satu suara veto dari AS sudah cukup untuk membatalkan seluruh upaya tersebut.

Rancangan resolusi itu tidak hanya menuntut gencatan senjata segera, permanen, dan tanpa syarat, tetapi juga menyerukan pembebasan semua sandera yang ditahan Hamas. Selain itu, dokumen tersebut meminta Israel mencabut pembatasan agar bantuan kemanusiaan bisa masuk dan didistribusikan dengan lancar kepada warga Gaza.

Langkah Washington ini bukan yang pertama. Pada Juni lalu, AS juga memveto rancangan serupa. Sikap tersebut dinilai banyak pihak sebagai tanda bahwa AS tidak serius mendorong perdamaian, melainkan memperpanjang konflik yang sudah menewaskan puluhan ribu orang.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan kekecewaannya atas kegagalan resolusi. Ia menilai situasi tersebut bukan hanya soal kegagalan politik, tetapi juga kegagalan moral kolektif dunia untuk menghentikan penderitaan kemanusiaan di Gaza.

Sementara itu, kondisi di lapangan terus memburuk. Bantuan kemanusiaan masih terhambat masuk, serangan berlanjut, dan ribuan warga sipil kehilangan nyawa. Veto AS dinilai bukan sekadar keputusan politik, melainkan berdampak langsung terhadap jutaan orang yang terjebak dalam perang berkepanjangan.

Komentar