Anak-Anak Gaza Hadapi Malnutrisi Akut, WHO: Generasi yang Dicuri Perang

Internasional318 Dilihat

Gaza (Riaunews.com) – Krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Kelaparan telah menimbulkan penderitaan nyata bagi anak-anak: tubuh kurus kering, mata cekung, rambut tipis, tulang rusuk menonjol, hingga sikap apatis. Banyak yang tidak mampu bertahan hidup.

Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan sedikitnya 370 orang meninggal akibat kelaparan dalam beberapa minggu terakhir, termasuk 131 anak-anak. Menurut Save the Children, lebih dari 20.000 anak telah tewas sejak Israel melancarkan operasi militer, atau setara satu anak meninggal setiap jam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, malnutrisi akut dan kronis pada bayi dan balita berisiko menimbulkan kerusakan permanen pada tubuh dan otak. “Ada risiko seluruh generasi terdampak permanen pada pertumbuhan fisik, potensi sosial-ekonomi, serta trauma berkepanjangan,” kata Marina Adrianopoli, pimpinan teknis nutrisi WHO untuk respons Gaza, Selasa (9/9/2025).

Profesor Marko Kerac dari London School of Hygiene & Tropical Medicine menambahkan, anak-anak sangat rentan karena organ tubuh mereka masih berkembang. Malnutrisi sejak dini meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, hingga gangguan mental di masa depan.

Sementara Israel melalui COGAT menyebut lebih dari 1.900 truk bantuan telah masuk ke Gaza dalam sepekan terakhir, PBB menilai jumlah itu jauh dari cukup. “Jendela sempit untuk mencegah kelaparan meluas semakin menutup,” tegas badan dunia itu, seraya mendesak Israel membuka akses penuh bantuan kemanusiaan.

Ahmad Alhendawi, Direktur Regional Save the Children, menilai situasi ini sebagai “perang kejam dan disengaja terhadap anak-anak Gaza dan masa depan mereka.” Asosiasi akademisi internasional bahkan menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida.

Komentar