Pekanbaru (Riaunews.com) – Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis pemilahan mulai menunjukkan hasil positif. Kehadiran Waste Station sebagai tempat penampungan sampah terpilah semakin dikenal masyarakat dan dimanfaatkan sebagai sarana mengelola sampah yang dapat didaur ulang.
Sejak mulai beroperasi pada 20 Maret 2026, fasilitas tersebut mampu menerima rata-rata 100 hingga 200 kilogram sampah per hari. Bahkan, pada waktu tertentu volume sampah yang masuk tercatat mencapai lebih dari 200 kilogram.
Penjaga Waste Station di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar, Jalan Ahmad Yani, Eka, mengatakan peningkatan volume sampah menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah sebelum disetorkan ke lokasi pengelolaan.
“Kalau volume sampah yang kita terima, customer rata-rata mengantarkan sekitar 100 kilogram per hari. Bisa lebih juga, bahkan pernah sampai 268 kilogram,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Edukasi Pemilahan Sampah Masih Menjadi Tantangan
Eka menjelaskan, botol plastik menjadi jenis sampah yang paling banyak diterima. Kondisi tersebut mencerminkan tingginya konsumsi air minum dalam kemasan di tengah masyarakat.
Meski demikian, operasional Waste Station masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah masih banyak masyarakat yang belum memahami tata cara memilah sampah dengan benar.
Petugas kerap menemukan warga yang membawa sampah residu atau sampah yang tidak dapat didaur ulang, termasuk limbah industri yang tidak termasuk kategori sampah yang diterima di Waste Station. Sampah tersebut akhirnya harus dipisahkan dan dibuang ke tempat penampungan sementara.
Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengunjung juga terus meningkat. Jika sebelumnya didominasi rombongan sekolah dan komunitas, kini masyarakat umum mulai rutin memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah dari rumah.
Petugas berharap pemerintah dapat memperluas layanan Waste Station di berbagai wilayah Kota Pekanbaru agar akses masyarakat semakin mudah. Selain itu, edukasi mengenai pemilahan sampah dinilai perlu terus digencarkan agar masyarakat memahami bahwa sampah masih memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan benar.
“Sampah itu banyak jenisnya dan bisa dipilah serta dimanfaatkan lagi. Yang perlu ditingkatkan adalah edukasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, dimulai dari hal kecil seperti memilah sampah,” tutup Eka.







Komentar