Kebijakan WFA ASN Dinilai Berpotensi Picu Technostress

Sosial, Tekno126 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) –

Kebijakan work from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penerapan sekolah daring dinilai berpotensi memicu tekanan psikologis atau technostress. Kondisi ini muncul akibat meningkatnya tuntutan penggunaan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari.

Pemerhati kesehatan mental, I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya, menyebut bahwa tekanan tersebut terjadi ketika individu tidak mampu beradaptasi dengan beban kerja berbasis digital yang terus meningkat.

Beban Digital Tingkatkan Tekanan

Menurutnya, perubahan pola kerja dan belajar dari tatap muka ke sistem daring menyebabkan peningkatan beban kognitif. ASN harus beradaptasi dengan koordinasi digital, sementara pelajar menghadapi tuntutan pembelajaran online yang intens.

Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan kesiapan teknologi serta kemampuan individu dalam mengelola waktu dan beban kerja secara mandiri.

Perlu Antisipasi Sejak Dini

Dewa menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi, seperti pelatihan digital yang komprehensif, penerapan batas waktu kerja (right to disconnect), serta pemantauan kesehatan mental.

Ia menegaskan, baik dalam layanan publik maupun pendidikan, kualitas hasil sangat bergantung pada kondisi psikologis individu. Oleh karena itu, kebijakan berbasis digital perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesejahteraan mental pengguna.

Komentar