Yogyakarta (Riaunews.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memulai rangkaian sosialisasi program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x HACKATHON 2026 pada Kamis (12/3/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat talenta digital nasional serta mendorong lahirnya solusi inovatif yang berdampak pada perekonomian Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Bangsal Mataram, Yogyakarta, ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai mitra strategis industri. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY dan sejumlah dinas terkait.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, mengatakan bahwa program Digdaya mulai dilaksanakan tahun ini, sementara Hackathon telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
“Program ini merupakan kontribusi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam mencetak kreator digital,” ujarnya.
Program Pelatihan hingga Hackathon
Tahun ini PIDI mengintegrasikan dua program utama, yakni Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) dan Hackathon. Sinergi keduanya diharapkan tidak hanya melahirkan ide, tetapi juga solusi digital yang siap diimplementasikan di pasar.
Program ini menawarkan sejumlah kegiatan utama, mulai dari pelatihan intensif selama 5 hingga 8 minggu melalui metode hybrid learning, kompetisi hackathon yang melibatkan tim beranggotakan 1 hingga 4 orang, hingga fasilitas business matching yang mempertemukan inovator dengan investor dan pelaku industri.
Selain itu, peserta juga berkesempatan mengikuti bursa kerja (job fair) untuk membuka peluang karier di sektor teknologi.
Inovasi yang dikembangkan dalam program ini difokuskan pada tiga sektor penting, yaitu penguatan ketahanan pangan dan inovasi keuangan, peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja, serta transformasi layanan publik dan ekonomi kreatif digital.
Program ini menargetkan partisipasi sekitar 800 tim atau lebih dari 3.000 talenta digital dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, lulusan baru, pegiat teknologi, hingga pengusaha muda.
Dalam sosialisasi tersebut, Bank Indonesia DIY juga mengundang perwakilan dari 18 perguruan tinggi di Yogyakarta serta melibatkan pondok pesantren dan Dinas Komunikasi dan Informatika di wilayah DIY sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem digital.
Pendaftaran program yang memperebutkan total hadiah Rp1,4 miliar ini masih dibuka hingga 27 Maret 2026 melalui laman resmi pidi.id. Melalui ajang ini, Yogyakarta diharapkan terus menjadi salah satu pusat lahirnya talenta digital yang mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.







Komentar