Pekanbaru (Riaunews.com) – Seorang siswi salah satu SMA negeri di Kota Pekanbaru mengaku menjadi korban dugaan pelecehan oleh gurunya sendiri. Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polda Riau dan sedang dalam penanganan aparat kepolisian.
Korban yang masih berusia 17 tahun saat ini mendapat pendampingan dari Cipta Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak Riau. Wakil Ketua Umum organisasi tersebut, Rika Parlina, mengatakan pihaknya menerima laporan dari korban bersama keluarga yang meminta bantuan pendampingan hukum.
“Setelah melihat bukti berupa video, kami sangat prihatin. Kami meminta Dinas Pendidikan segera bertindak,” ujar Rika, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan pengakuan korban, dugaan pelecehan terjadi saat kegiatan sekolah berlangsung di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Saat itu korban disebut beristirahat di dalam mobil karena kelelahan, kemudian terduga pelaku diduga masuk ke dalam mobil dan melakukan tindakan tidak pantas.
Selain itu, korban juga mengaku sering dihubungi oleh oknum guru tersebut hingga larut malam. Dugaan peristiwa tersebut terungkap setelah seorang murid meminjam ponsel milik terduga pelaku untuk keperluan dokumentasi kegiatan dan menemukan rekaman video yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Pihak sekolah membenarkan adanya peristiwa tersebut, namun menyayangkan korban tidak menyampaikan langsung kepada pihak sekolah sejak awal. Setelah mengetahui kejadian itu, pihak sekolah mengaku segera memanggil orang tua korban serta guru yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
Dalam proses mediasi yang dilakukan pihak sekolah, guru tersebut disebut mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf. Pihak sekolah kemudian memberikan teguran dan surat peringatan tertulis kepada yang bersangkutan serta melaporkan kejadian te







Komentar