Lima Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Pekanbaru (Riaunews.com) – Seiring meningkatnya jumlah titik panas di Provinsi Riau, sejumlah daerah mulai menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi. Hingga saat ini tercatat lima kabupaten yang telah menetapkan status tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, lima daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat karhutla yakni Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kampar.

Menurutnya, pemerintah daerah diminta segera meningkatkan langkah antisipasi dan mitigasi, mulai dari pelaksanaan apel siaga karhutla hingga memperkuat deteksi dini terhadap titik panas.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta meningkatkan patroli serta melakukan ground checking terhadap hotspot yang terdeteksi. Penanganan cepat diperlukan apabila ditemukan titik api agar tidak meluas dan menimbulkan kebakaran yang lebih besar.

Pihaknya juga mengimbau agar sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan, khususnya terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut dapat disampaikan melalui camat, kepala desa maupun lurah di wilayah masing-masing.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD, sejak awal tahun 2026 kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di 11 kabupaten/kota di Riau dengan total luasan mencapai 1.041,74 hektare. Daerah yang terdampak antara lain Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, serta Kota Pekanbaru.

Adapun wilayah dengan luasan karhutla terbesar tercatat di Kabupaten Pelalawan mencapai 612,30 hektare, disusul Kabupaten Bengkalis 201,01 hektare dan Kabupaten Indragiri Hilir 64,70 hektare. Pemerintah daerah diminta terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Riau.

Komentar