Washington (Riaunews.com) – Jajak pendapat terbaru di Amerika Serikat menunjukkan adanya pergeseran sikap publik terhadap konflik di Timur Tengah. Survei yang dilakukan oleh Gallup mencatat bahwa 57 persen warga Amerika kini mendukung kemerdekaan Palestina, angka yang hampir sama dengan hasil jajak pendapat serupa pada 2003.
Data terbaru itu menegaskan perubahan signifikan dalam kecenderungan simpati publik Amerika. Di kalangan Partai Demokrat, sebanyak 65 persen responden menyatakan lebih bersimpati kepada Palestina, sementara hanya 17 persen yang condong kepada Israel.
Sebaliknya, di kubu Partai Republik, simpati terhadap Israel masih dominan. Sekitar 70 persen responden Republik menyatakan lebih mendukung Israel, sedangkan 13 persen lainnya lebih bersimpati kepada Palestina. Meski demikian, angka dukungan terhadap Israel dari pemilih Republik mengalami penurunan 10 poin sejak 2024, menjadi yang terendah sejak 2004.
Sementara itu, di kalangan pemilih independen, tren dukungan juga menunjukkan perubahan. Sebanyak 41 persen menyatakan simpati kepada Palestina, dibandingkan 30 persen yang mendukung Israel. Angka ini berbanding terbalik dengan tren beberapa tahun sebelumnya, ketika 42 persen independen cenderung mendukung Israel dan 34 persen mendukung Palestina.
Secara keseluruhan, hasil survei ini memperlihatkan bahwa opini publik Amerika semakin terpolarisasi berdasarkan afiliasi politik, sekaligus menunjukkan peningkatan dukungan terhadap Palestina dalam lanskap opini publik nasional.







Komentar