Pemkab Meranti Gandeng UIN Suska Riau Penuhi Kekurangan Tenaga Gizi untuk Program MBG

Meranti191 Dilihat

Meranti (Riaunews.com) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan keterbatasan tenaga profesional, khususnya ahli gizi, dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Meranti menjajaki kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau guna memperkuat sumber daya manusia daerah.

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, menyebutkan sedikitnya dibutuhkan 15 tenaga ahli gizi agar pelaksanaan MBG dapat menjangkau seluruh kecamatan hingga desa-desa terpencil. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin program nasional tersebut hanya terpusat di ibu kota kecamatan.

“Kami ingin program ini merata sampai ke desa. Karena itu, kami sangat membutuhkan tenaga gizi yang cukup dan siap ditempatkan di lapangan,” ujar Asmar.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi, termasuk dari UIN Suska Riau, berpeluang mengisi kebutuhan tersebut melalui skema PPPK Kementerian. Skema ini dinilai dapat membantu daerah mengatasi keterbatasan formasi tenaga kesehatan.

Selain sektor kesehatan, Pemkab Meranti juga membuka peluang kerja sama dengan UIN Suska Riau di bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian masyarakat. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah, mulai dari penguatan ekonomi desa, pengelolaan potensi sagu, hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Meranti tetap memberikan perhatian pada pendidikan. Sepanjang 2025, pemerintah daerah menyalurkan beasiswa kepada sekitar 600 mahasiswa dengan total anggaran Rp1,5 miliar sebagai upaya menjaga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau, Prof Dr Hj Leny Novianti, menyatakan kesiapan kampusnya mendukung kebutuhan daerah melalui KKN tematik, riset terapan, serta penempatan lulusan sesuai kompetensi. Ia menegaskan UIN Suska Riau terbuka menyesuaikan program akademik dan pengabdian dengan kebutuhan spesifik wilayah kepulauan seperti Kepulauan Meranti.

Komentar