Selatpanjang (Riaunews.com) – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang tetap mengizinkan tradisi Perang Air atau Cian Cui saat perayaan Imlek 2026 mendapat sambutan positif dari para tukang becak di Selatpanjang. Mereka menilai keputusan tersebut membuka peluang perputaran ekonomi rakyat kecil, meski Imlek tahun ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan.
Sejumlah tukang becak mengaku tradisi Perang Air selalu membawa dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan. Lonjakan mobilitas warga dan wisatawan membuat permintaan jasa transportasi meningkat tajam selama perayaan berlangsung.
Tambahan penghasilan itu dinilai sangat berarti, terutama di bulan puasa. Para tukang becak menyebut pemasukan ekstra dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, menunaikan zakat, hingga persiapan Lebaran.
Respons positif juga datang dari warga Tionghoa Selatpanjang yang menilai kebijakan tersebut mencerminkan sikap toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman budaya. Mereka mengapresiasi pemerintah daerah yang tetap memberi ruang bagi tradisi Imlek, termasuk Perang Air yang menjadi ikon daerah.
Dari sektor pariwisata, geliat Imlek mulai terasa dengan meningkatnya pemesanan hotel dan penginapan. Sejumlah pelaku usaha bahkan menyiapkan paket khusus selama rangkaian perayaan, seiring prediksi meningkatnya kunjungan wisatawan.
Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menegaskan Ramadhan dan Imlek sama-sama agenda tahunan penting. Menurutnya, tradisi Perang Air terbukti mendorong ekonomi daerah, sementara kekhusyukan ibadah di bulan Ramadhan tetap dijaga melalui pengaturan dan koordinasi lintas instansi.







Komentar