Selatpanjang (Riaunews.com) – Festival Perang Air di Selatpanjang kembali menjadi magnet wisata perayaan Imlek di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tradisi yang digelar sehari setelah Imlek ini dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Februari 2026 dan diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Kemeriahan festival terlihat dari riuh tawa warga yang saling menyiram air di sepanjang jalan pusat kota. Becak motor melintas membawa keluarga yang ikut meramaikan permainan, menjadikan Selatpanjang lautan manusia selama beberapa hari pelaksanaan.
Perang Air yang Lahir dari Spontanitas
Di balik kemeriahannya, tradisi Perang Air lahir dari spontanitas anak-anak kampung pada era 1980-an. Warga keturunan Tionghoa, Ationg, mengenang permainan tersebut bermula dari kebiasaan anak-anak yang saling menembakkan pistol air saat berpapasan menggunakan becak kayuh usai perayaan Imlek.
Kebiasaan itu berkembang secara organik dari generasi ke generasi hingga melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Permainan yang awalnya sekadar hiburan musiman kemudian bertransformasi menjadi tradisi tahunan yang dinantikan dan kini dikemas sebagai agenda budaya dan pariwisata daerah.
Masuk Karisma Event Nusantara, Diregulasi oleh Pemkab Meranti
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melihat potensi besar dari tradisi tersebut dan memasukkannya dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara. Pengelolaan festival juga terus dibenahi dengan penataan rute, pengamanan, serta aturan keselamatan bagi peserta.
Dengan kombinasi nilai budaya, kebersamaan, dan daya tarik wisata, Festival Perang Air tidak hanya menjadi perayaan Imlek, tetapi juga simbol identitas masyarakat Meranti yang tumbuh dari tradisi sederhana dan terus hidup hingga kini.







Komentar