Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mengerjakan perbaikan drainase dan badan Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan. Proyek ini diawali dengan normalisasi saluran air setelah para pedagang mengosongkan lapak yang selama ini berdiri di atas drainase dan bahu jalan.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan tahap awal pekerjaan difokuskan pada perbaikan drainase yang selama ini tidak berfungsi akibat tersumbat. Setelah sistem drainase kembali normal, PUPR akan melanjutkan pekerjaan dengan pelapisan ulang atau overlay badan Jalan Teratai sepanjang 783 meter.
“Untuk Jalan Teratai ada (dilakukan overlay) sepanjang 783 meter, dilakukan perbaikan badan jalannya,” ujar Edward, Selasa (4/8/2026).
Edward menjelaskan sebagian drainase di sisi kiri Jalan Teratai sebenarnya sudah tersedia, namun kondisinya tidak lagi berfungsi karena tertutup dan tersumbat. PUPR akan membangun sekitar 100 meter drainase baru serta menormalisasi saluran yang sudah ada agar air dapat mengalir dengan baik dan tidak lagi menyebabkan genangan.
Drainase Dibuka, Jalan Diaspal Ulang
Selain membangun drainase baru, petugas juga membuka sejumlah manhole yang selama ini tertutup untuk mengembalikan fungsi saluran air. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan Jalan Teratai yang sebelumnya dipadati aktivitas pedagang.
“Kan ini tersumbat. Ada sekitar 100 meter drainase yang kita lakukan perbaikan baru. Drainase yang sudah ada dan mati ini kita normalisasi karena sebelumnya di atas drainase ini pedagang berjualan,” jelas Edward.
Ia menambahkan, keseluruhan pekerjaan perbaikan drainase dan badan jalan diperkirakan berlangsung selama lima bulan. Dengan target tersebut, proyek penataan Jalan Teratai diharapkan selesai pada akhir tahun 2026.
“Ini masih berproses. Kita normalisasi, main hole yang tertutup-tertutup itu kita buka. Sampai lima bulan pekerjaan,” pungkasnya.







Komentar