AQI Pekanbaru Tembus 460, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, memburuk drastis pada Jumat (28/8/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir, indeks kualitas udara atau AQI US mencapai 460 dan masuk kategori berbahaya.

Pada pukul 08.00 WIB, polutan utama yang terdeteksi adalah PM10 dengan konsentrasi mencapai 568 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Tingginya konsentrasi partikulat tersebut menunjukkan kondisi polusi udara yang sangat buruk dan berisiko bagi seluruh masyarakat.

Pemantauan IQAir juga menunjukkan adanya peringatan active fire nearby atau titik api aktif di sekitar wilayah Pekanbaru. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah kawasan.

Cuaca pagi turut memengaruhi kondisi udara. Suhu tercatat 26 derajat Celsius dengan kelembapan 79 persen dan kecepatan angin sekitar 6 kilometer per jam. Angin yang relatif rendah berpotensi membuat polutan bertahan lebih lama di udara.

Polusi Meningkat Tajam

Kenaikan AQI menjadi 460 menunjukkan kualitas udara Pekanbaru jauh memburuk dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Sebelumnya, kualitas udara sempat berada pada kategori sedang hingga tidak sehat sebelum kembali memburuk seiring meningkatnya konsentrasi polutan dan kabut asap.

Tingginya konsentrasi PM10 perlu diwaspadai karena paparan partikulat dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama jika berlangsung dalam waktu lama.

Masyarakat diminta mengurangi paparan udara luar dan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori berbahaya.

Warga Diminta Kurangi Paparan Asap

Jika harus keluar rumah, masyarakat dapat menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi partikulat, seperti N95 atau KN95, untuk membantu mengurangi paparan partikel.

Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela guna mengurangi masuknya asap ke dalam rumah. Penggunaan air purifier dapat dilakukan apabila tersedia.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara karena konsentrasi polutan dapat berubah sepanjang hari, terutama di tengah kondisi Karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Riau.

Komentar