Kampar (Riaunews.com) – Polsek Kampar Kiri kembali menindak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kampar. Dalam operasi yang dilakukan di aliran Sungai Bio atau Sungai Subayang, Desa Kota Lama, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, petugas mengamankan tiga unit rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal.
Operasi penertiban digelar pada Kamis (4/6/2026) dan dipimpin Panit Opsnal Intelkam Polsek Kampar Kiri, Ipda Nurman Efendi, bersama Ipda Aprizal Jafar dan tujuh personel lainnya. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan tiga rakit tambang yang terikat di tepian sungai, namun tidak mendapati adanya aktivitas maupun pelaku di tempat kejadian.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Kampar Kiri Kompol R. Zuhri Siregar mengatakan pemilik rakit masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan dugaan sementara, rakit tersebut milik warga Desa Kota Lama yang tidak berada di lokasi saat operasi berlangsung.
“Benar, ada tiga unit rakit yang digunakan untuk melakukan PETI dan pemiliknya masih dalam lidik. Diduga pemilik merupakan masyarakat Desa Kota Lama yang saat itu tidak berada di lokasi,” ujar Zuhri, Jumat (5/6/2026).
Meski rakit tidak sedang beroperasi, petugas menemukan sejumlah peralatan yang biasa digunakan dalam aktivitas penambangan emas ilegal. Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit mesin robin merek Pro-Quip, dua unit mesin robin merek ZS Power, sampan, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Seluruh barang bukti kemudian dievakuasi menggunakan mobil Colt Diesel dan dibawa ke Mapolsek Kampar Kiri untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi saat ini masih memburu pemilik dan pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas PETI tersebut.
Kapolsek menegaskan pihaknya akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap praktik penambangan emas tanpa izin yang masih ditemukan di wilayah Kampar Kiri Hulu. Menurutnya, aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, terutama di kawasan sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.







Komentar