Teknik Industri UWM Bekali Siswa SMAN 1 Sedayu Hadapi Tantangan Digital dan Lingkungan

Daerah, Pendidikan25 Dilihat

Bantul (Riaunews.com) – Program Studi Teknik Industri Universitas Widya Mataram (UWM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 90 siswa kelas XI dengan fokus membekali generasi muda menghadapi tantangan transformasi digital dan isu lingkungan global.

Kegiatan menghadirkan sejumlah dosen Teknik Industri UWM yang membawakan materi lintas disiplin, mulai dari kesehatan kerja, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Dosen Teknik Industri UWM, Iva Mindhayani, S.T., M.T., membuka sesi dengan materi bertajuk “Generasi Sadar K3: Edukasi Ergonomi dan Budaya Keselamatan bagi Siswa di Era Transformasi Digital”.

Dalam paparannya, Iva menyoroti dampak penggunaan gawai secara berlebihan tanpa memperhatikan posisi tubuh atau ergonomi yang dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang.

Ia menegaskan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya diterapkan di dunia industri, tetapi juga penting dalam aktivitas belajar sehari-hari untuk mencegah gangguan otot dan sendi akibat gaya hidup sedentari.

Edukasi AI dan Pengelolaan Sampah

Pada sesi berikutnya, Siti Lestariningsih, S.T., M.Sc., memberikan pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi barang bernilai tambah.

Melalui materi tersebut, siswa diajak mengubah cara pandang terhadap sampah dengan memanfaatkan limbah menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan ekonomi.

Sementara itu, Intan Permatasari, S.T., M.Sc., membawakan materi mengenai pengembangan kreativitas digital melalui pelatihan prompt engineering berbasis framework Role-Task-Context.

Intan menjelaskan kemampuan berinteraksi dengan teknologi AI akan menjadi keterampilan penting di masa depan. Siswa diajarkan menyusun instruksi yang tepat kepada kecerdasan buatan agar mampu menghasilkan karya digital yang kreatif dan solutif.

Kegiatan tersebut mendapat respons antusias dari para siswa dan guru. Interaksi aktif terlihat selama sesi tanya jawab, terutama saat siswa mulai memahami hubungan antara teknologi digital, kesehatan fisik, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Industri UWM berharap siswa mampu menjadi generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

Komentar