Pekanbaru (Riaunews.com) – Kondisi cuaca panas yang terjadi di Kota Pekanbaru pada siang hari mulai memicu potensi kebakaran lahan (karhutla). Masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan yang saat ini sudah mencatat sejumlah kejadian kebakaran.
Data dari BPBD Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa hingga pertengahan Februari 2026, wilayah dengan kejadian terbanyak berada di Kecamatan Payung Sekaki. Total luas lahan yang terbakar di kecamatan tersebut mencapai 9,18 hektare, dengan titik terluas berada di Jalan Arjuna ujung yang mencapai sekitar tujuh hektare.
Selain di Jalan Arjuna ujung, kebakaran juga terjadi di tiga lokasi lain di Payung Sekaki, yakni Jalan Baung ujung, Jalan As Shofa, dan Jalan Sidorukun ujung. Secara keseluruhan, terdapat empat titik kebakaran di wilayah tersebut yang menjadi perhatian utama petugas.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, menjelaskan bahwa total luas lahan terbakar di seluruh Pekanbaru sejak Januari hingga pertengahan Februari 2026 mencapai 14,075 hektare. Dalam periode tersebut, terjadi 16 kasus kebakaran, dengan mayoritas kejadian berlangsung pada Januari sebanyak 11 kasus, sementara Februari mencatat lima kejadian.
Meski demikian, kondisi kebakaran lahan di Pekanbaru saat ini masih tergolong terkendali. Hujan yang turun dengan berbagai intensitas di sejumlah wilayah membantu proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
BPBD memastikan tim di lapangan tetap siaga untuk mengantisipasi potensi kebakaran lanjutan. Sementara itu, kualitas udara di Pekanbaru masih berada dalam kategori baik, sehingga belum berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat.







Komentar