Yerussalem (Riaunews.com) – Garda Nasional Israel dilaporkan tengah bersiap mengerahkan drone yang dilengkapi kapsul gas air mata di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sebagai bagian dari persiapan pengamanan menjelang bulan suci Ramadan. Laporan tersebut disampaikan oleh Channel 12 Israel dan dikutip Middle East Monitor, Minggu (15/2/2026).
Komite kepolisian Israel telah menyetujui pembelian tiga sistem bernama “Surprise Egg” yang dipasang pada drone tipe Matrice. Sistem ini dirancang untuk melepaskan gas air mata dari udara guna membubarkan demonstrasi. Nilai kontrak pembelian mencapai sekitar 49.000 dolar AS, sementara kepolisian Israel saat ini disebut telah mengoperasikan 19 sistem serupa.
Dokumen komite menyebut pengadaan perangkat tersebut sebagai kebutuhan mendesak untuk menghadapi potensi peristiwa selama Ramadan. Garda Nasional Israel sendiri dibentuk di bawah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir sebagai bagian dari penguatan keamanan domestik.
Selain penggunaan drone, militer Israel juga memperkuat kehadiran pasukannya di Tepi Barat dengan mengirimkan brigade komando tambahan. Saat ini terdapat 22 batalion yang menjalankan operasi keamanan rutin di wilayah pendudukan, dan jumlah itu direncanakan akan ditambah menjelang Ramadan.
Militer Israel juga merekomendasikan kepada Menteri Pertahanan Israel Katz agar akses ibadah di kompleks Masjid Al-Aqsa tetap dibuka dengan pembatasan tertentu. Hingga 10.000 jemaah diusulkan dapat masuk setiap hari Jumat selama Ramadan, dengan ketentuan batas usia pria di atas 55 tahun dan perempuan di atas 50 tahun.







Komentar