TPID Riau Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Ramadan di 12 Daerah

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan di masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau Taufiq OH melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Tetty Nurdianti mengatakan, salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menggelar operasi pasar murah secara merata di 12 kabupaten/kota di Riau.

“Melalui operasi pasar murah ini, kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, serta menjaga kestabilan harga jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri,” ujar Tetty, Sabtu (31/1/2026).

Pada pekan pertama Februari 2026, operasi pasar murah Topling akan digelar di lima lokasi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Di Pekanbaru, kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor Lurah Rumbai Bukit pada 2 Februari, halaman Masjid Nur Syamsyudin Umban Sari pada 3 Februari, Fasum RW 16 Limbungan Barat pada 4 Februari, serta halaman Kantor Lurah Industri Tenayan Raya pada 6 Februari. Sementara di Kabupaten Kampar, pasar murah digelar di Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim pada 5 Februari.

Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay mengatakan, operasi pasar murah terus digiatkan sebagai upaya menekan laju inflasi dan menjamin ketersediaan pangan. Ia menegaskan, sesuai arahan Plt Gubernur Riau, stabilitas harga pangan dijaga dengan meningkatkan pasokan di pasaran.

Ade menyebutkan, harga bahan pokok yang dijual dipastikan lebih rendah dari harga pasar. Di antaranya beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram, beras Anak Daro Rp162 ribu per 10 kilogram, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, Minyakita Rp15.500 per bungkus, serta minyak goreng merek lain dengan harga bervariasi. Komoditas cabai, bawang, kentang, dan telur dijual menyesuaikan harga petani dan kondisi pasar.

Setiap lokasi operasi pasar murah menyediakan sekitar 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 500 kilogram beras SPHP, serta puluhan karung beras kemasan dan telur ayam. Operasi pasar dimulai pukul 08.00 WIB, dan masyarakat diimbau mengantre dengan tertib serta membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik.

Komentar