Rokan Hilir (Riaunews.com) – Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dipandang strategis menjadi salah satu daerah sasaran pembangunan Sekolah Garuda. Penilaian ini didasarkan pada kondisi geografis Rohil yang relatif aman dari bencana gempa karena jauh dari jalur pertemuan lempeng tektonik aktif (ring of fire) serta tidak memiliki kawasan pegunungan sehingga minim aktivitas seismik.
Hal tersebut terungkap saat kunjungan tim Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ke Rohil dalam rangka sosialisasi Sekolah Garuda di Kantor Bupati Rohil, Bagansiapiapi, Sabtu (24/1/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan pemetaan dan survei lokasi calon pembangunan sekolah unggulan tersebut.
Bupati Rohil H Bistamam menyebut kunjungan tersebut sebagai momen bersejarah bagi daerahnya. Ia menegaskan komitmen Pemkab Rohil untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan unggul dan berdaya saing merupakan kunci mencetak generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pemkab Rohil, kata Bistamam, telah menyiapkan lahan seluas 25 hektare yang didukung akses infrastruktur jalan untuk mendukung pembangunan Sekolah Garuda. Ia berharap Rohil dapat dipercaya menjadi lokasi sekolah tersebut sebagai bagian dari pemerataan pendidikan berkualitas.
Perwakilan Kemendiktisaintek, Taufikurrahman Ginting, menjelaskan Sekolah Garuda merupakan program strategis yang mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Sekolah ini dirancang untuk melahirkan generasi unggul dengan fokus pada penguatan sains dan teknologi, serta menargetkan 10 persen lulusannya mampu menembus 100 perguruan tinggi terbaik dunia.
Ia menambahkan, Rohil dinilai sangat strategis karena aman dari bencana, berada di wilayah pesisir, serta merupakan daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Meski demikian, Pemkab Rohil tetap diminta menyiapkan dokumen kelayakan dan infrastruktur pendukung sebelum rekomendasi resmi diajukan oleh Gubernur Riau.







Komentar