Pekanbaru (Riaunews.com) – Seorang pria berinisial SH, yang bekerja di sebuah kafe di Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail, Pekanbaru, ditemukan meninggal dunia dan diduga bunuh diri di Jalan Tamrin, Minggu (18/1/2026). Peristiwa tersebut kini ditangani oleh pihak Polresta Pekanbaru.
Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui meninggalkan pesan perpisahan melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkan ke akunnya sendiri. Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan permintaan maaf kepada orang-orang terdekat serta curahan hati terkait kondisi keuangan yang terpuruk.
Korban mengaku terjerat masalah ekonomi akibat kecanduan judi online. Ia menuliskan telah mengambil uang kas sebesar Rp3 juta, menggadaikan sepeda motor, serta terlilit utang. Dalam pesan itu, korban juga menyebutkan nominal uang untuk menebus motor yang digadaikan dan meminta agar kendaraan tersebut dijual untuk menutup kerugian.

Pesan perpisahan tersebut turut disertai peringatan kepada orang lain agar tidak mengikuti perbuatannya. “Jangan judi ya… semuanya karena judi,” tulis korban, sembari mengakui tekanan mental yang dialaminya akibat ketakutan menghadapi konsekuensi hukum dan beban ekonomi.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, tidak ditemukan unsur tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan yang melibatkan pihak lain.
“Barang bukti yang ditemukan di lokasi menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri,” ujar AKP Anggi, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, pihak keluarga korban menolak dilakukan visum et repertum di RS Bhayangkara Pekanbaru. Keluarga telah membuat surat pernyataan resmi dan memilih mengurus proses pemakaman secara mandiri dengan bantuan warga setempat.







Komentar