Kelangkaan Chip Global, Asus Pastikan Harga Laptop di Indonesia Bakal Naik

Jakarta (Riaunews.com) – Masalah kelangkaan chip global diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka panjang dan berdampak langsung pada harga produk elektronik, termasuk laptop yang dipasarkan di Indonesia. Salah satu produsen yang telah memastikan penyesuaian harga adalah Asus.

Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia, Brama Setyadi, mengatakan penyesuaian harga dilakukan akibat dinamika rantai pasok komponen global. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen. Penyesuaian harga akan berlaku merata di seluruh segmen laptop Asus tanpa membedakan kelas produk.

Kelangkaan chip ini dipicu lonjakan permintaan komponen terkait teknologi kecerdasan buatan (AI). Produsen chip kini lebih memprioritaskan produksi chip memori berkinerja tinggi (high bandwidth memory/HBM) untuk kebutuhan AI, sehingga pasokan chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen menjadi terbatas.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga chip memori secara signifikan. Analis Morningstar dan JP Morgan memperkirakan tren kenaikan harga perangkat elektronik akan berlanjut hingga 2027, dengan potensi kenaikan harga jual produk sebesar 5 hingga 20 persen.

Data TrendForce menunjukkan harga rata-rata DRAM, termasuk chip HBM, naik 50 hingga 55 persen pada kuartal IV-2025 dibandingkan periode sebelumnya. Samsung bahkan disebut telah menaikkan harga beberapa produk chip memori hingga 60 persen.

Samsung dan SK Hynix, dua pemain utama pasar DRAM global, mengungkapkan bahwa pesanan chip untuk tahun 2026 telah melampaui kapasitas produksi. “Permintaan server terkait AI terus bertumbuh dan melebihi suplai industri,” ujar eksekutif Samsung, Kim Jae-june, dalam laporan kinerja perusahaan pada Oktober 2025.

Komentar