MUI Dorong Gen Z Jadi Motor Literasi Halal Berbasis Digital

Jakarta (Riaunews.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk menjadi penggerak utama literasi halal di era digital. Gen Z dinilai memiliki peran strategis dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi kehalalan produk.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, mengatakan tantangan literasi halal saat ini tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga akses informasi di tengah maraknya layanan digital. Ia menyoroti kebiasaan memesan makanan melalui aplikasi daring tanpa verifikasi kehalalan yang berpotensi membuat masyarakat mengonsumsi produk haram tanpa disadari.

Hal tersebut disampaikan Ni’am saat menghadiri kegiatan Gen Halal 2025 yang diselenggarakan LPPOM MUI di Bogor. Menurutnya, generasi muda perlu lebih kritis dan sadar terhadap aspek halal dalam aktivitas konsumsi sehari-hari.

Ni’am yang juga Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora mendorong Gen Z tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga inovator. Ia menilai pengembangan platform digital yang menyajikan informasi status halal produk, khususnya makanan dan minuman di aplikasi pemesanan daring, menjadi kebutuhan mendesak.

Ia menambahkan, inovasi di bidang tersebut tidak hanya bermanfaat secara sosial, tetapi juga bernilai ibadah. Mengacu pada hadis Nabi Muhammad SAW, setiap inisiatif dan inovasi yang memudahkan masyarakat mengakses produk halal akan bernilai amal jariah bagi penggagasnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPPOM MUI Muti Arintawati menyebut literasi halal di Indonesia masih perlu ditingkatkan meski mayoritas penduduk beragama Islam. Menurutnya, pemahaman halal yang kuat akan mendorong konsumen menuntut pelaku usaha untuk memastikan kehalalan produk sebagai bagian dari gaya hidup.

Komentar