KSO PT PAB Desak Polisi Tuntaskan Kasus Penyerangan di Kebun Sawit Bengkalis

Bengkalis (Riaunews.com) – Manajemen Kerja Sama Operasional (KSO) PT Palma Agung Betuah (PAB) mendesak kepolisian segera menuntaskan kasus penyerangan brutal terhadap karyawannya saat meninjau kebun sawit di Desa Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. KSO PAB juga meminta dua karyawannya yang ditetapkan sebagai tersangka dibebaskan karena dinilai merupakan korban.

Direktur KSO PT PAB, Kasmin, mengatakan penyerangan terjadi pada Senin (22/12/2025) ketika pihaknya hendak memulai program kerja di lokasi kebun. Dua karyawan PAB mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam. “Faktanya kami adalah korban, namun justru dua karyawan kami ditetapkan sebagai tersangka. Kami minta Polres Bengkalis objektif dan membebaskan karyawan kami atas dasar kemanusiaan,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Kasmin menilai penanganan perkara terkesan tidak berimbang karena pelaku pembacokan dari pihak PT Sinar Inti Sawit (SIS) sempat belum ditangkap, meski kejadian disaksikan banyak orang. Ia berharap Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberi atensi khusus agar kasus diusut tuntas dan adil.

Kapolsek Mandau Kompol Primadona membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan laporan KSO PT PAB telah diproses dan tiga karyawan PT SIS telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya berinisial SH (23), EW (24), dan MG (17), dengan peran penyerangan dan pemukulan menggunakan kayu pelepah sawit.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Albertus Mabel menjelaskan dua karyawan KSO PT PAB ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan PT SIS dan alat bukti yang ada. “Dalam peristiwa ini terjadi saling lapor. Dua karyawan PAB berstatus sebagai pelaku sekaligus korban, sehingga proses hukum tetap berjalan,” katanya.

Diketahui, penyerangan terjadi saat rombongan KSO PT PAB yang terdiri dari 13 mobil memasuki area kebun. Mobil paling belakang diserang secara tiba-tiba, mengakibatkan dua karyawan luka parah, salah satunya kehilangan jari tangan. Selain itu, sembilan unit mobil beserta dokumen, uang, dan barang di dalamnya turut dijarah.

Komentar