Siak (Riaunews.com) – Wakil Bupati Siak Syamsurizal Budi mengungkapkan bahwa struktur belanja daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak hingga tahun 2025 masih didominasi oleh belanja pegawai. Pos tersebut bahkan menjadi komponen terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Siak.
Hal itu disampaikan Syamsurizal saat Konferensi Pers Kaleidoskop 2025 yang digelar di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Perumahan Rumah Rakyat, Kabupaten Siak, Senin (29/12/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Siak Afni Zulkifli, Ombudsman Provinsi Riau, pimpinan OPD, insan pers, organisasi masyarakat, serta tokoh masyarakat.
Syamsurizal menjelaskan, belanja pegawai yang mencakup gaji, tunjangan, belanja barang dan jasa, serta subsidi terkait aparatur mencapai lebih dari Rp1,076 triliun atau sekitar 45,39 persen dari total belanja daerah.
“Tingginya belanja pegawai ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara belanja aparatur dan belanja pembangunan,” ujarnya.
Meski demikian, Syamsurizal menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh disikapi dengan pengurangan aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, ASN tetap dibutuhkan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Ia menilai solusi utama adalah memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar belanja pegawai tidak menjadi beban berat bagi keuangan daerah. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah didorong lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi PAD melalui optimalisasi pajak, retribusi, dan pengelolaan aset daerah.
Melalui Kaleidoskop 2025, Pemkab Siak berharap masyarakat memperoleh gambaran transparan mengenai kondisi keuangan daerah sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan anggaran yang sehat, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.







Komentar