Musim Neraka Jorge Martin: Dari Juara Dunia ke Tahun Penuh Cedera di MotoGP

Motorsport162 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Jorge Martin mengalami perubahan drastis setelah menjuarai MotoGP 2024. Dari posisi puncak dunia, pembalap Spanyol itu justru menjalani musim mempertahankan gelar yang penuh derita, dihantam cedera beruntun hingga membuatnya jarang tampil di lintasan.

Setelah meninggalkan Pramac dan keluar dari orbit Ducati untuk bergabung dengan tim Aprilia berbasis di Noale, Martin hanya mampu berkompetisi dalam delapan Grand Prix. Dari tujuh balapan yang diikuti, ia hanya menuntaskan empat, angka yang sangat jauh dari ekspektasi seorang juara bertahan.

Cedera pertama datang pada tes pramusim di Sepang awal Februari. Saat bersiap tampil di seri pembuka Thailand, ia kembali cedera saat latihan supermotard, yang memaksanya absen pada tiga balapan awal musim. Ketika akhirnya kembali di Qatar, nasib buruk belum berhenti.

Di Qatar, Martin mengalami cedera paling parah musim ini setelah ditabrak pembalap lain. Insiden itu membuatnya kembali menepi selama tujuh Grand Prix, baru bisa kembali balapan di Republik Ceko pada akhir Juli, saat paruh pertama musim praktis sudah berlalu.

Setelah lima kali tampil, Martin kembali mengalami kecelakaan pada Sprint Race di Jepang. Insiden itu juga melukai rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dan membuat Martin harus melewatkan seluruh tur Asia. Ia baru muncul lagi di seri penutup Valencia, lebih untuk menjaga kondisi jelang tes pramusim 2026.

Meski terpinggirkan akibat cedera, Martin menegaskan hal itu tidak memengaruhi egonya. Ia merasa tetap menjadi salah satu referensi MotoGP bersama Marc Marquez, Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia, dan Pedro Acosta. “Bukan soal ego. Dibicarakan atau tidak, saya merasa kami berlima adalah ujung tombak MotoGP,” tegas rider berusia 27 tahun itu.

Komentar