Minat Bahasa Jepang di Indonesia Kian Meroket, Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Jakarta (Riaunews.com) – Minat mempelajari Bahasa Jepang di Indonesia terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan survei The Japan Foundation tahun 2024, jumlah pemelajar Bahasa Jepang di Indonesia mencapai 732.914 orang, meningkat sekitar 3 persen atau 21.182 orang dibandingkan survei tahun 2021.

Humas The Japan Foundation Jakarta, Abdul Barry, mengatakan survei ini dilakukan setiap tiga tahun dan mencakup pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa. Dengan angka tersebut, Indonesia menempati posisi kedua dunia sebagai negara dengan jumlah pemelajar Bahasa Jepang terbanyak setelah Tiongkok yang mencatat 1.019.197 pemelajar.

Barry menjelaskan, dari sisi institusi pendidikan, Indonesia justru berada di peringkat pertama dunia. Tercatat ada 3.103 institusi di Indonesia yang memiliki pembelajaran Bahasa Jepang, mulai dari SMA, SMK, madrasah aliyah, hingga perguruan tinggi.

Sementara itu, dari jumlah tenaga pengajar, Indonesia berada di posisi ketiga dunia setelah Tiongkok dan Korea. Total terdapat 7.614 guru Bahasa Jepang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Asisten Direktur Humas The Japan Foundation Jakarta, Seki Tomoya, berharap jumlah pemelajar Bahasa Jepang di Indonesia terus bertambah ke depan. Menurutnya, saat ini mayoritas pemelajar berasal dari jenjang SMA.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang belajar Bahasa Jepang melalui program-program The Japan Foundation,” ujarnya.

Komentar