Jakarta (Riaunews.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan kesiapsiagaan menyikapi terdeteksinya tiga siklon di sekitar wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak tidak langsung yang dapat dirasakan masyarakat, terutama potensi cuaca ekstrem.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, mengingatkan bahwa keberadaan siklon tersebut berpotensi memicu hujan lebat hingga ekstrem. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap angin kencang, puting beliung, gelombang tinggi, serta potensi banjir rob yang membahayakan nelayan dan warga pesisir.
BNPB mengimbau masyarakat agar rutin memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pangarso menegaskan cuaca ekstrem tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Sebagai tindak lanjut, BNPB menerjemahkan peringatan dini BMKG menjadi langkah antisipasi di daerah dengan memperkuat sistem peringatan dini hingga tingkat pemerintah daerah. Kesiapan logistik, personel, dan peralatan juga terus dipastikan, terutama di wilayah rawan bencana.
Koordinasi intensif dilakukan BNPB bersama BPBD provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sejumlah daerah bahkan telah melaksanakan apel kesiapsiagaan guna menghadapi potensi cuaca ekstrem, disertai edukasi kepada masyarakat terkait evakuasi mandiri bila diperlukan.
Wilayah yang dinilai berisiko tinggi antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut tiga siklon yang terdeteksi yakni siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S, dengan siklon Bakung saat ini berstatus kategori dua dan terus dipantau perkembangannya.







Komentar