Menkeu akan Pantau Ketat Penyerapan Anggaran Daerah untuk Kaji Pelonggaran TKD 2026

Denpasar (Riaunews.com) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terus memantau realisasi belanja pemerintah daerah sebagai dasar pengkajian kemungkinan pelonggaran alokasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) pada 2026. Evaluasi dilakukan dengan melihat kinerja penyerapan anggaran pada triwulan berjalan serta triwulan I 2026 untuk memastikan belanja daerah berjalan optimal, tepat sasaran, tepat waktu, dan bebas dari kebocoran.

“Melalui pemantauan ini, kami akan melihat apakah ada ruang untuk menambah pos TKD,” ujar Purbaya saat meninjau Balai Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Keuangan di Denpasar, Bali, Jumat (5/12/2025). Ia menegaskan bahwa opsi penambahan alokasi sangat bergantung pada kondisi anggaran negara, perkembangan ekonomi, dan performa belanja pemerintah daerah. Untuk saat ini, TKD 2026 masih sesuai dengan postur yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan nilai TKD sebesar Rp 693 triliun, lebih rendah dari alokasi pada APBN 2025 yang mencapai Rp 919,9 triliun. Penurunan tersebut menimbulkan keluhan sejumlah kepala daerah karena dinilai berpotensi memengaruhi program pembangunan di daerah. Salah satunya Gubernur Bali Wayan Koster yang menyampaikan bahwa TKD Provinsi Bali akan berkurang Rp 537 miliar pada 2026, sementara total pengurangan untuk seluruh kabupaten/kota di Bali mencapai sekitar Rp 1,7 triliun.

Koster memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi atas pengurangan tersebut. Ia menyebut pada 2026 pembangunan infrastruktur senilai sekitar Rp 1,5 triliun akan mulai berjalan dengan dukungan Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum. Sejumlah titik kemacetan akan ditangani melalui pembangunan underpass dan jalan baru. “Kami sudah menyiapkan cara untuk mengatasi persoalan itu,” ujarnya.

Sementara itu, data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali menunjukkan realisasi TKD hingga Oktober 2025 mencapai Rp 10,18 triliun atau turun 1,08% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut baru setara 84,53% dari total pagu TKD Bali 2025 sebesar Rp 12,04 triliun.

Komentar