Kampar (Riaunews.com) – PLTA Koto Panjang melaporkan kondisi elevasi air waduk pada Jumat (5/12/2025) pagi masih berada pada batas aman. Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah melalui Erikmon menyampaikan bahwa pada pukul 07.00 WIB, elevasi waduk tercatat 75,10 mdpl atau masih berada dalam kategori Low Water Level (LWL). “Elevasi air di waduk PLTA Koto Panjang tercatat berada di posisi 75,10 mdpl, atau masih berada dalam kategori Low Water Level,” ujarnya.
Dengan posisi tersebut, pihak PLTA memastikan kondisi waduk masih jauh dari level air tinggi. Erikmon menjelaskan bahwa pembukaan pintu waduk baru dilakukan jika elevasi memasuki rentang 83,00–85,00 mdpl atau kategori High Water Level (HWL). “Berdasarkan ketentuan operasional, pembukaan pintu waduk baru dilakukan apabila elevasi masuk rentang 83,00–85,00 mdpl,” katanya.
Data operasional pada hari yang sama mencatat outflow turbin sebesar 60,32 m³/s dan inflow 501,65 m³/s. Meski inflow mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya, PLTA memastikan seluruh proses masih terkendali. Kenaikan elevasi dalam 24 jam terakhir dipengaruhi meningkatnya suplai air dari hulu.
Sebagai perbandingan, pada Kamis (4/12/2025) pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di angka 74,84 mdpl dengan outflow 57,33 m³/s dan inflow 498,63 m³/s. Perubahan ini menunjukkan adanya tambahan pasokan air yang menyebabkan elevasi naik sekitar 0,26 meter dalam satu hari.
Erikmon mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kampar agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi elevasi waduk. Ia menekankan bahwa situasi saat ini masih aman dan belum ada potensi pembukaan pintu waduk.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan demi keberlanjutan ekosistem sekitar waduk. “Mari kita bersama menjaga bumi untuk tetap sehat dan nyaman untuk ditinggali. Salam selamat, sehat, dan aman,” ujarnya.







Komentar