Puluhan Warga Bukittinggi Mengungsi akibat Tanah Bergerak di Tepi Ngarai Sianok

Daerah, Lingkungan115 Dilihat

Bukittinggi (Riaunews.com) – Puluhan warga Bukik Cangang Kayu Ramang (BKCR), Kota Bukittinggi, terpaksa mengungsi sementara setelah muncul laporan tanah bergerak di kawasan tepi Ngarai Sianok, Kamis (27/11/2025). Aparat kelurahan langsung mengevakuasi warga begitu menerima laporan dari masyarakat pada pagi hari.

Lurah BKCR, Westi Wismar, menyebut situasi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan sehingga keputusan evakuasi diambil demi menghindari potensi runtuhan. “Laporan diterima sekitar pukul sepuluh, dan enam puluh orang langsung diungsikan,” ujarnya.

Menurut Westi, warga sebelumnya melihat adanya perubahan pada permukaan tanah di area yang dikenal rawan longsor. Kondisi itu memicu kekhawatiran karena titik pergerakan tanah berada tepat di sudut Ngarai Sianok, yang memiliki kontur curam.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini belum ada korban maupun kerusakan bangunan akibat pergerakan tanah tersebut. Pengungsian disebut sebagai langkah antisipatif sambil menunggu pemantauan lanjutan dari pihak terkait. “Pengungsian murni untuk keamanan,” tambahnya.

Beberapa warga tampak membawa barang-barang penting sebelum meninggalkan rumah. Aparat kelurahan dibantu warga setempat memandu proses pemindahan agar berjalan tertib, termasuk mahasiswa dan pelajar yang tinggal di rumah kos di sekitar lokasi.

Pemerintah kelurahan juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memeriksa kondisi kontur tanah. Hasil pemeriksaan teknis nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan dan keputusan apakah warga sudah dapat kembali ke rumah masing-masing.

Komentar