Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi Riau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi prediksi siklus El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala PMD Dukcapil Riau, Mhd Firdaus, mengatakan langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini agar dampak yang ditimbulkan tidak meluas.
“Prediksi siklus El Nino yang diperkirakan akan membawa kemarau panjang, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kita tentu harus siap menghadapinya,” ujarnya di Pekanbaru, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, luasnya wilayah serta banyaknya jumlah desa dan kelurahan di Riau menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan karhutla, sehingga dibutuhkan koordinasi yang menyeluruh dan sistematis.
Edukasi dan Koordinasi Desa Diperkuat
Firdaus menegaskan, gerakan bersama seluruh elemen menjadi kunci utama dalam menekan potensi karhutla. Provinsi Riau tercatat memiliki sekitar 1.591 desa dan 268 kelurahan yang perlu dilibatkan dalam upaya pencegahan.
“Untuk itu, sudah seharusnya kita bergerak dari sekarang dalam menyatukan kesepakatan bersama agar bisa mencegah karhutla,” jelasnya.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat hingga ke pelosok desa menjadi faktor krusial dalam mengurangi risiko kebakaran. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan kewaspadaan, tidak hanya di daerah rawan tetapi di seluruh wilayah.
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan menggelar rapat koordinasi desa pada 7 Mei mendatang guna memperkuat sinergi serta merumuskan langkah pencegahan yang terukur.
“Jika kita bersatu dari tingkat provinsi hingga desa, tantangan El Nino yang berat sekalipun akan mampu kita lalui,” pungkasnya.







Komentar