Siak (Riaunews.com) – Bupati Siak Afni Zulkifli meminta percepatan program peremajaan sawit rakyat (PSR) serta peningkatan pemanfaatan pendanaan pusat, khususnya dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Hal itu ia sampaikan saat membuka Forum Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang berfokus pada penguatan sektor sawit berkelanjutan, Rabu (26/11/2025).
Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, koperasi, petani, serta instansi teknis untuk membahas akses pendanaan PSR, pembangunan jalan kebun, hingga bantuan sarana dan prasarana. Bupati Afni mengungkapkan bahwa BPDPKS memiliki anggaran besar yang dapat dimanfaatkan daerah, namun akses dari petani dan lembaga di daerah masih minim karena kekurangan dokumen teknis.
“Di BPDP ada anggaran Rp7 triliun di pusat, tapi selama ini akses dari daerah kurang karena proposalnya minim. Mereka menunggu usulan daerah, dan kita jangan berjalan sendiri-sendiri,” kata Afni. Menurutnya, kebutuhan peremajaan maupun pembangunan akses kebun sangat besar, mengingat dari total 220.974 hektare kebun sawit rakyat di Siak, banyak jalan produksi sulit ditangani hanya dengan APBD.
Afni juga menyoroti rendahnya capaian sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Siak yang baru mencapai 1.226 hektare atau sekitar 0,6 persen. Ia menilai rendahnya capaian disebabkan lemahnya SDM, perubahan regulasi, serta belum optimalnya koordinasi kelembagaan petani.
Untuk meningkatkan efektivitas forum, Afni meminta pembentukan sekretariat kecil di bawah Bapperida sebagai pusat konsultasi penyusunan proposal PSR, bantuan sarpras, hingga beasiswa BPDPKS. Sekretariat ini diharapkan menjadi simpul koordinasi agar petani tidak bekerja sendirian dalam memenuhi persyaratan teknis.
Kabid Ekonomi dan SDA Bapperida, Andi Darmawan, menjelaskan banyak koperasi dan petani terkendala pada penyusunan dokumen teknis seperti peta, gambar teknis, dan perhitungan jalan produksi. Melalui sekretariat forum, pihaknya dapat meminta dukungan Dinas PUPR untuk membantu penyusunan dokumen bersertifikasi.







Komentar