Kuantan Singingi (Riaunews.com) – Polres Kuantan Singingi (Kuansing) memperkuat langkah pencegahan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) dengan menggelar imbauan dan sosialisasi serentak di tiga Polsek jajaran, yakni Cerenti, Singingi Hilir, dan Kuantan Mudik, pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya PETI terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat menegaskan bahwa upaya preemtif dan preventif harus terus dilakukan agar aktivitas PETI dapat ditekan semaksimal mungkin. Ia menyampaikan komitmen penuh Polres Kuansing dalam memberantas praktik tambang ilegal yang dinilai merusak alam dan berdampak buruk pada generasi mendatang.
Di wilayah Polsek Cerenti, personel turun langsung ke Desa Kampung Baru Cerenti untuk memberikan edukasi kepada warga. Masyarakat diingatkan bahwa aktivitas PETI tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat memicu bencana seperti longsor dan pencemaran air yang berdampak jangka panjang.
Sosialisasi serupa juga dilakukan Polsek Singingi Hilir. Personel yang terdiri dari Bripka Khairi S, Bripka Rikhy H, Brigadir Ricky, Briptu Aidil, dan Bripda Riyan J menyampaikan imbauan dari Kapolres Kuansing terkait larangan PETI. Mereka menjelaskan risiko kerusakan ekosistem sungai, pencemaran lingkungan, serta konsekuensi hukum yang dapat menjerat para pelaku.
Adapun di Polsek Kuantan Mudik, Bripka Hendri Fitra dan Bripka Asril menyampaikan maklumat Kapolres kepada warga Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar. Warga diberi pemahaman mengenai bahaya kesehatan dan ancaman pidana akibat keterlibatan dalam pertambangan ilegal yang kerap menggunakan peralatan berbahaya.
Kapolres AKBP Ricky mengajak seluruh lapisan masyarakat Kuansing untuk bersama-sama menolak aktivitas PETI. Ia memastikan Polres Kuansing dan seluruh Polsek jajaran akan terus meningkatkan pengawasan, sosialisasi, dan penegakan hukum. Langkah ini dilakukan demi melindungi keselamatan warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Kuantan Singingi.







Komentar