Pekanbaru (Riaunews.com) – Ribuan warga memadati Kantor Pos Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, sejak Senin (24/11/2025) pagi untuk mengambil Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat 2025. Antrean panjang tampak mengular dari dalam gedung hingga ke trotoar, sementara kerumunan yang menumpuk menjadikan situasi tidak terkendali sepanjang pagi.
Penumpukan warga terjadi karena seluruh penerima bantuan dari berbagai kecamatan diarahkan mengambil BLTS di satu titik, yakni Kantor Pos Sudirman. Mekanisme ini dinilai tidak efektif dan memicu keramaian besar. Sejak pukul 07.00 WIB, warga terus berdatangan dan mulai mengeluhkan pola penyaluran yang dianggap menyulitkan mereka. “Sempit kali bang. Kami dari Panam disuruh ambil di sini semua. Harusnya dibuat per kecamatan biar tak rebutan,” ujar Rudi, salah seorang warga.
Sejumlah warga menyebut sistem baru ini membuat mereka harus antre berjam-jam dan meninggalkan pekerjaan. Suasana antrean kerap memanas saat warga meneriakkan keluhan dan meminta proses pelayanan dipercepat. “Kalau kayak gini bukan bantu namanya, malah menyusahkan. Yang tua-tua berdiri lama, panas pula,” kata Rudi menambahkan.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean didominasi lansia, ibu rumah tangga, serta penerima bantuan lainnya. Banyak warga membawa kursi lipat, kipas portabel, payung, dan bekal air minum untuk bertahan selama menunggu giliran. Tangis anak-anak yang ikut mengantre bersama orang tuanya juga terdengar di tengah kerumunan padat.
Walaupun beberapa warga datang lebih awal untuk menghindari desakan, mereka tetap harus menunggu lama sebelum dipanggil menuju loket pelayanan. Kondisi ini membuat banyak penerima bantuan kewalahan menghadapi situasi yang semrawut.
Warga berharap pemerintah dan pihak Kantor Pos melakukan evaluasi agar penyaluran BLTS Kesra berikutnya berlangsung lebih tertib dan aman. “Sebaiknya dibagi per wilayah saja, biar tidak menumpuk di satu tempat,” ujar Ani, salah satu warga yang turut mengantre.







Komentar