Target Wisata 2026 Naik, Kemenpar Bidik 17,60 Juta Wisatawan Mancanegara

Nasional, Pariwisata156 Dilihat

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menetapkan target ambisius untuk sektor pariwisata nasional pada 2026, yakni 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus). Target tersebut sejalan dengan arah pembangunan dalam RPJMN 2025–2029 dan RKP 2026.

Hingga September 2025, performa pariwisata menunjukkan tren positif. Kemenpar mencatat 11,43 juta kunjungan wisman, meningkat 10,22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pergerakan wisnus pun tumbuh 18,99% menjadi 901,90 juta perjalanan.

Widiyanti menyampaikan hal itu dalam peluncuran buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 pada forum Wonderful Indonesia Outlook (WIO) 2025/2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

Menurutnya, target 2026 tidak hanya menekankan aspek jumlah, tetapi juga kualitas, termasuk dorongan agar Indonesia bisa menembus peringkat 20 besar dunia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026 yang diterbitkan World Economic Forum.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Kemenpar telah memetakan 31 kementerian/lembaga yang terlibat dalam penyusunan indikator TTDI, mulai dari aspek infrastruktur, keberlanjutan, kualitas layanan, hingga regulasi.

Buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 disusun melalui kolaborasi antara Kemenpar, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia. Dokumen ini memuat analisis tren global, dinamika pariwisata nasional, hingga proyeksi tahun mendatang. Pemerintah berharap buku ini menjadi panduan strategis bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri pariwisata.

“Kami berharap apa yang dirangkum dalam Outlook ini dapat menjadi pedoman bersama dalam memajukan sektor pariwisata,” ujar Widiyanti.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa tema WIO tahun ini, “Quality Sustains Future”, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai ekonomi berkelanjutan dan inklusif. Ia menilai pedoman yang disusun sudah komprehensif, namun tetap terbuka untuk masukan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya percaya kita akan go beyond. Mudah-mudahan Indonesia bisa memimpin sektor pariwisata di kawasan,” kata Ni Luh Puspa.

Kementerian PPN/Bappenas menilai pengembangan pariwisata berkualitas merupakan “low hanging fruit” yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga 8%, sekaligus mendorong transformasi sosial, kelestarian lingkungan, dan percepatan digitalisasi.

Bank Indonesia menambahkan bahwa penguatan pariwisata akan berdampak langsung pada peningkatan penerimaan devisa dan ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Outlook terbaru mencatat bahwa pariwisata global pada 2025 akan tumbuh kuat, meski tetap dibayangi faktor eksternal seperti perlambatan ekonomi dunia, tensi geopolitik, perubahan iklim, serta disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan.

Di tengah tantangan global tersebut, Indonesia berhasil menjaga momentum pemulihan. Peningkatan mobilitas wisatawan domestik dan asing, tumbuhnya kontribusi devisa dan PDB pariwisata, serta meluasnya investasi di destinasi prioritas menjadi dorongan utama.

Pemerintah menegaskan komitmen mendorong pariwisata berkualitas, dengan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, peningkatan kapasitas SDM, dan pemerataan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Komentar