Jakarta (Riaunews.com) – Cuaca ekstrem musim dingin memicu hujan deras yang menyebabkan banjir di ribuan tenda pengungsian Gaza. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa 93 persen tenda tidak layak, membuat pengungsi makin rentan menghadapi situasi yang terus memburuk.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyebut kondisi tersebut membutuhkan koordinasi internasional yang lebih kuat. Ia menilai situasi di lapangan kian mengkhawatirkan akibat cuaca buruk, diperparah oleh pembatasan akses bantuan yang dilakukan Israel terhadap Gaza.
Menurut Sukamta, Israel masih menghalangi masuknya tenda dan rumah portabel yang dibutuhkan mendesak untuk melindungi warga dari cuaca ekstrem. Ia menegaskan tindakan itu merupakan bentuk pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober.
Sukamta menegaskan pentingnya peran negara-negara penjamin gencatan senjata, termasuk Amerika Serikat, untuk mendesak Israel segera membuka akses bantuan kemanusiaan. Ia juga menilai Indonesia, sebagai salah satu negara penjamin, memiliki posisi kuat untuk mendorong langkah diplomatik lebih tegas.
Jika Israel tetap menolak membuka akses bantuan, Sukamta meminta negara-negara penjamin menjatuhkan sanksi yang tegas. Ia menilai sikap keras Israel telah mengancam stabilitas dan keberlanjutan gencatan senjata.
“Jika Amerika Serikat dan negara penjamin gencatan senjata tidak mampu menekan Israel, tentu posisi mereka akan sangat memalukan,” ujar Sukamta. Ia menekankan bahwa pelanggaran berulang tanpa konsekuensi hanya akan memperpanjang penderitaan warga Gaza.







Komentar