Kecelakaan Mengerikan yang Mengubah Hidup Mika Hakkinen

Motorsport240 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Karier Mika Hakkinen di dunia Formula 1 dikenang dengan dua gelar juara dunia, 20 kemenangan grand prix, 26 pole position, dan 25 lap tercepat. Namun, di balik kejayaan “Flying Finn” itu, ada satu peristiwa kelam yang nyaris merenggut nyawanya — kecelakaan fatal di Grand Prix Australia pada 10 November 1995.

Dalam sesi kualifikasi di Adelaide, McLaren-Mercedes yang dikendarai Hakkinen mengalami pecah ban belakang kiri saat melaju menuju tikungan Brewery, salah satu tikungan tercepat di sirkuit jalan raya tersebut. Mobil kehilangan kendali dan menghantam dinding pembatas dengan kecepatan sekitar 193 km/jam. Benturan keras membuat helm Hakkinen membentur sisi kokpit dan menyebabkan retak pada tengkoraknya.

Petugas medis di lintasan segera melakukan trakeotomi darurat di tempat kejadian sebelum Hakkinen dibawa ke Rumah Sakit Royal Adelaide dalam keadaan koma. Ia menjalani perawatan intensif selama lima pekan di sana. “Kecelakaan saya pada tahun 1995 merupakan sebuah tantangan. Saya kehilangan tekanan ban secara tiba-tiba dan menabrak trotoar besar di tikungan. Mobil terpental beberapa kali sebelum menabrak pembatas,” ujarnya dalam dokumenter Motorsport Heroes.

Saat tersadar dari koma, Hakkinen menghadapi kenyataan pahit: sebagian sisi wajahnya lumpuh akibat kerusakan saraf. “Ketika saya tidur, mereka harus menutup salah satu mata saya secara manual. Lalu mereka mulai melakukan tes—apakah saya masih bisa mencium bau, apakah saya masih bisa merasakan dengan normal,” kenangnya.

Meski sempat kehilangan sebagian kemampuan motorik, Hakkinen perlahan pulih dan kembali ke Formula 1 pada musim 1996. Dalam wawancara dengan GP Racing, ia mengaku pengalaman itu mengubah pandangannya terhadap hidup dan karier. “Kecelakaan itu membuat saya sadar bahwa balapan bisa berakhir kapan saja. Setelah saya menjadi juara dunia, saya berpikir, ‘Hmm… jangan terlalu memaksakan keberuntungan.’”

Insiden tersebut tidak hanya menandai titik terendah dalam karier Hakkinen, tetapi juga menjadi awal dari kebangkitan luar biasa seorang juara dunia yang belajar menghargai batas antara keberanian dan keselamatan.

Komentar