Pekanbaru (Riaunews.com) – Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh pada 5 November 2025, Pertamina Hulu Rokan (PHR) menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan alam melalui pelestarian hutan dan satwa dilindungi. Kesadaran menjaga lingkungan ini diwujudkan dengan mempertahankan kelestarian Hutan Rumbai, kawasan hijau seluas 420 hektare yang menjadi rumah bagi ratusan jenis flora dan fauna.
Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan bahwa menjaga keberlanjutan lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap alam. “Ini merupakan komitmen PHR dalam pelestarian alam, sehingga hutan dan satwanya masih tetap terjaga dan terlindungi,” ujarnya.
Hutan Rumbai, yang terbagi dalam kawasan barat, timur, dan koridor, berfungsi sebagai penyangga kehidupan sekaligus habitat bagi 146 spesies burung, 8 spesies primata, dan 16 spesies mamalia. Di antara satwa dilindungi yang hidup di kawasan ini antara lain Elang Kelelawar, Enggang Cula, Lutung Kelabu, Owa Ungko, Tapir, hingga Kucing Dahan. Selain itu, terdapat pula 366 jenis pohon termasuk empat spesies langka seperti Kulim, Jelutung, Saninten, dan Gaharu.
Upaya pelestarian ini tidak hanya dilakukan di Rumbai, tetapi juga di kawasan operasi lainnya seperti Minas dan Duri. Di Hutan Talang, misalnya, PHR bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk mendukung konservasi Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang berstatus terancam punah.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR juga mengembangkan model agroforestri serta menanam tanaman pakan gajah untuk memastikan ketersediaan makanan alami. Di sisi lain, tanaman ekonomis yang tidak disukai gajah ditanam untuk memitigasi potensi konflik satwa dan manusia.
“PHR memastikan bahwa operasi industri dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi mewariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang,” tutup Eviyanti.







Komentar