Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat kinerja ekspor Riau sepanjang September 2025 mengalami peningkatan signifikan. Nilai ekspor bulan tersebut mencapai US$1,59 miliar, naik 11,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan peningkatan ini turut mendorong capaian ekspor Riau secara kumulatif. “Secara keseluruhan, nilai ekspor Riau Januari–September 2025 mencapai US$15,81 miliar, atau naik 22,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Menurut Asep, ekspor nonmigas menjadi penopang utama kinerja ekspor Riau. Selama sembilan bulan pertama 2025, nilai ekspor nonmigas mencapai US$14,91 miliar, meningkat 28,55 persen secara tahunan. Untuk September 2025 saja, ekspor nonmigas tercatat US$1,47 miliar, tumbuh 13,94 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
“Kontributor terbesar masih berasal dari komoditas lemak dan minyak hewan/nabati, dengan nilai ekspor mencapai US$2,77 miliar atau meningkat 47,17 persen,” jelasnya. Namun, beberapa komoditas lain mengalami penurunan, seperti ampas dan sisa industri makanan yang turun hingga 64,61 persen menjadi US$292,39 juta.
Dari sisi tujuan ekspor, tiga negara utama tujuan produk nonmigas Riau selama Januari–September 2025 adalah Tiongkok (US$2,30 miliar), India (US$1,41 miliar), dan Malaysia (US$1,07 miliar). Ketiganya berkontribusi 32,11 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau. Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN mencapai US$2,77 miliar, dan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,81 miliar.
Secara sektoral, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan meningkat 28,58 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian tumbuh 30,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Peningkatan kinerja ekspor ini menunjukkan daya saing produk Riau, khususnya dari sektor industri pengolahan dan pertanian, masih kuat di pasar internasional,” tutup Asep.







Komentar