Anak-Anak di Gaza Kembali Bersekolah Setelah 2 tahun Terhenti

Gaza (Riaunews.com) – Setelah dua tahun terhenti akibat perang, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mulai membuka kembali sejumlah sekolah di Jalur Gaza menyusul diberlakukannya gencatan senjata. Langkah ini menjadi titik awal pemulihan pendidikan bagi ribuan anak Palestina yang terdampak konflik.

Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menyebut lebih dari 25.000 anak kini kembali belajar di ruang-ruang kelas sementara, sementara sekitar 300.000 siswa lainnya mengikuti pembelajaran secara daring. Salah satu sekolah yang kembali dibuka adalah Al Hassaina di barat Nuseirat, Gaza tengah.

Sekolah tersebut sebelumnya menjadi tempat penampungan bagi keluarga pengungsi. Bekas aktivitas pengungsian masih terlihat, dengan jemuran pakaian dan peralatan rumah tangga yang menempel di gedung sekolah. Meski begitu, kegiatan belajar mengajar tetap dimulai dengan segala keterbatasan fasilitas.

Di beberapa ruang kelas, sekitar 50 siswi belajar tanpa meja dan kursi, duduk di lantai sambil mencatat pelajaran dari papan tulis. Para guru tetap mengajar dengan semangat, dan wajah-wajah gembira anak-anak menunjukkan rasa rindu mereka terhadap sekolah.

Kendati masih banyak bangunan sekolah yang rusak atau belum bisa digunakan, kembalinya anak-anak ke ruang belajar menjadi simbol harapan dan awal baru bagi dunia pendidikan di Gaza. UNRWA berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Palestina di wilayah tersebut.

Komentar