Mexico City (Riaunews.com) – Sergio Perez tampil sebagai penonton dalam Grand Prix Meksiko akhir pekan lalu. Namun, posisi itu tidak akan lama, sebab pembalap asal Meksiko tersebut dipastikan kembali ke lintasan musim depan bersama tim Cadillac yang baru. Dalam kesempatan itu, Perez berbagi pengalaman tentang masa sulitnya saat menjadi rekan setim Max Verstappen di Red Bull Racing.
Perez, yang digantikan oleh Liam Lawson sebelum posisi itu akhirnya diambil alih Yuki Tsunoda, memahami betul tekanan besar yang dialami pembalap kedua di tim asal Austria tersebut. Dalam wawancara dengan Sky Sports F1, ia menilai kursi kedua Red Bull merupakan posisi yang sangat sulit dipertahankan siapa pun.
“Saya tidak suka mengkritik pembalap, karena saya pernah berada di situasi itu. Saya tahu persis apa yang mereka alami,” ujar Perez. “Segera setelah saya menandatangani perjanjian untuk meninggalkan Red Bull, saya tahu siapa orang malang berikutnya yang akan menggantikan saya. Saya berhasil bertahan, tapi itu tempat yang sangat sulit.”
Perez mengakui bahwa bersaing dengan Verstappen bukanlah perkara mudah. “Jelas, berada di samping Max sangat sulit. Namun, berada di samping Max di Red Bull adalah sesuatu yang tidak dimengerti orang. Saya bisa bercerita banyak, tapi ini adalah pekerjaan yang sangat berat bagi seorang pembalap,” katanya.
Sejak kepergian Daniel Ricciardo pada 2019, posisi pembalap kedua di Red Bull seolah membawa “kutukan”. Pierre Gasly, Alexander Albon, hingga Liam Lawson dan Yuki Tsunoda semuanya gagal bertahan lama. Hanya Perez yang mampu bertahan hingga empat musim dan meraih kemenangan bersama Verstappen.
“Tidak ada pembalap yang bisa bertahan di sana. Tidak masalah jika Anda memilih Hamilton, Leclerc, atau siapa pun, mereka akan mengalami masa-masa yang sangat sulit,” tegas Perez. “Sebagai pembalap, ini sangat melelahkan karena Anda terus-menerus memikirkan cara mengemudi, dan itu membuat segalanya menjadi lebih sulit.”







Komentar