KPK Dalami Dugaan Korupsi Bansos Beras untuk 5 Juta Keluarga

Korupsi, Nasional107 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) beras untuk lebih dari 5 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Pemeriksaan dilakukan terhadap tiga saksi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

Ketiga saksi tersebut ialah Paulus Moroopun Hayon, General Affair Manager PT Dosni Roha; Joseph Sulistijo, Direktur PT Amanat Perkasa Speed; dan Rully Firmansyah, Warehouse Manager PT Amanat Perkasa Speed atau Total Logistik (2013–2022).

“Mereka diperiksa untuk mendalami mekanisme perolehan pekerjaan subkontraktor dalam penyaluran bansos beras untuk KPM pada Program Keluarga Harapan (PKH) tahun anggaran 2020,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Senin.

Budi menjelaskan, dalam perkara ini PT DR Group diduga mendapat proyek pendistribusian lebih dari 5 juta paket bansos beras yang tersebar di 15 provinsi. Proyek tersebut merupakan bagian dari total 10 juta paket bansos untuk keluarga penerima di 34 provinsi, yang pendistribusiannya dilakukan pada September hingga November 2020.

Selain ketiga saksi tersebut, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Dedy Rahman, Kepala Subdivisi Pelayanan Publik Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog. Namun, yang bersangkutan tidak hadir dan meminta penjadwalan ulang pemeriksaan.

Komentar