Indonesia dan Timor Leste Sepakat Tinjau Perjanjian Perdagangan Perbatasan

Internasional123 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah Indonesia dan Timor Leste berencana meninjau ulang Traditional Border Crossings and Regulated Markets Agreement yang telah berjalan selama 21 tahun. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, pembaruan perjanjian ini akan difasilitasi melalui kerangka kerja sama perdagangan bilateral yang kini tengah dibahas kedua negara.

“Rencana penyesuaian ini akan dimasukkan dalam perjanjian perdagangan bilateral yang sedang kami bahas. Fokusnya adalah memperkuat perdagangan di kawasan perbatasan agar lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi saat ini,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Perjanjian tersebut selama ini mengatur mekanisme perdagangan lintas batas untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat di wilayah perbatasan, di luar kegiatan ekspor dan impor resmi. Budi menegaskan bahwa penyelarasan aturan di pos lintas batas menjadi kunci untuk memperlancar arus barang antarnegara. “Sekitar 70 persen produk di pasar Timor Leste berasal dari Indonesia. Karena itu, distribusi yang lancar penting untuk menjaga keterjangkauan harga,” ujarnya.

Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Fransisco, menyambut baik langkah pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama perdagangan. Ia menyatakan, pemerintah Timor Leste akan mengirim sumber daya manusia ke Indonesia untuk mengikuti pelatihan di bidang pengawasan produk makanan dan obat-obatan. “Kami berharap dapat segera melakukan kunjungan resmi guna menandatangani perjanjian dagang dan menjalankan misi dagang bersama,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai total perdagangan Indonesia dan Timor Leste pada Januari–Agustus 2025 mencapai 272,72 juta dolar AS, meningkat 10,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, ekspor Indonesia tercatat sebesar 268,11 juta dolar AS dan impor 4,61 juta dolar AS, sehingga Indonesia mencatat surplus 263,50 juta dolar AS.

Pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai 391,36 juta dolar AS, dengan Indonesia menempati posisi pasar ekspor terbesar ke-42 bagi Timor Leste. Produk ekspor utama Indonesia ke Timor Leste meliputi sepeda motor, kendaraan niaga, semen, minyak kelapa sawit, dan pasta. Sementara itu, impor dari Timor Leste didominasi kopi, kopra, biji minyak, tepung, serta umbi-umbian.

Komentar